Pengaruh Investor Crypto Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Periode 2020-2025
DOI:
https://doi.org/10.70795/tz7che45Kata Kunci:
Investor Crypto, Pertumbuhan Ekonomi, Regulasi, IndonesiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investor crypto terhadap pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada periode 2020–2025. Dengan menggunakan metode kualitatif
deskriptif dan pendekatan normatif, penelitian ini mengandalkan data sekunder dari jurnal,
laporan resmi, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan
jumlah investor crypto, dari sekitar 4 juta pada tahun 2020 menjadi lebih dari 20 juta pada
tahun 2024, dengan nilai transaksi mencapai ratusan triliun rupiah per tahun. Investor crypto
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penerimaan pajak, inklusi keuangan,
perluasan ekonomi digital, dan inovasi teknologi. Namun, tantangan seperti volatilitas pasar
yang tinggi dan rendahnya literasi keuangan investor berpotensi mengganggu stabilitas
keuangan. Studi ini menyimpulkan bahwa investor crypto memiliki dampak ganda terhadap
ekonomi, menawarkan peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, regulasi yang adaptif,
peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan ekosistem digital yang sehat diperlukan
untuk memaksimalkan kontribusi positif investasi crypto terhadap pertumbuhan ekonomi
nasional.
Unduhan
Referensi
Al Hasan, Adil. (2024). Ada 21,63 juta pelanggan aset kripto di RI, Bappebti: Mayoritas anak muda. https://www.tempo.co/ekonomi/ada-21-63-juta-pelanggan-aset-kripto-di-ri-bappebti-mayoritas-anak-muda-1172807
Bappebti. (2022). Jumlah investor aset kripto sampai Agustus 2022 sebanyak 16,1 juta.
Bappebti. (2022). Laporan Kinerja Bappebti 2022. https://bappebti.go.id/resources/docs/Lapkin%20Bappebti%202022.pdf
Barry, S. & Bakar, A. A. (2022). Analisis kelayakan investasi pada cryptocurrency. Jurnal Riset Keuangan.
Dabu, Petrus. (2022). Jumlah investor mencapai 15,6 juta, Januari–Juli 2022 transaksi aset kripto Rp232,4 triliun.
Dewi, N. P. (2024). Regulasi aset kripto di Indonesia dalam perspektif hukum ekonomi. Kertha Desa Journal, Universitas Udayana.
Hawe, Benny. (2025). Jumlah investor kripto Indonesia melonjak 14,39% hingga Mei 2025, total transaksi capai Rp194,48 triliun. https://cryptowave.co.id/articles/jumlah-investor-kripto-indonesia-melonjak-14-39-hingga-mei-2025-total-transaksi-capai-rp-194-48-triliun?utm_source=chatgpt.com
Imamah, N., & Nafisa, L. (2024). Financial literacy of cryptocurrency users in Indonesia and factors affecting the investment decision. Atlantis Press.
Juhro, S. M. (2020). Is there a role for Islamic finance and R&D in endogenous growth models? ScienceDirect.
Lucas, R. E. (1988). On the Mechanics of Economic Development. Journal of Monetary Economics, 22(1), 3-42.
Ludwianto, Bianda. (2024). Pertumbuhan transaksi kripto Indonesia melejit di akhir tahun 2023. https://news.tokocrypto.com/pertumbuhan-transaksi-kripto-indonesia-melejit-di-akhir-tahun-2023/
OJK. (2025). Bappebti Kemendag alihkan tugas aset keuangan digital termasuk kripto kepada OJK dan BI. Siaran Pers. https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Bappebti-Kemendag-Alihkan-Tugas-Aset-Keuangan-Digital-termasuk-Aset-Kripto-serta-Derivatif-Keuangan-kepada-OJK-dan-BI.aspx
Prasetyo, A. (2022). Legalitas aset kripto sebagai komoditas berjangka di Indonesia. Pancasakti Law Journal.
Putra, I. K. (2022). Potensi kesuksesan penerapan pajak penghasilan terhadap transaksi aset kripto di Indonesia. Pajak dan Keuangan Negara, 4(2).
Ramli, Rully R & Ika Aprillia. (2022). Jumlah investor kripto Indonesia tembus 12,4 juta orang, di dunia urutan ke-25.
Romer, P. M. (1990). Endogenous Technological Change. Journal of Political Economy, 98(5), S71-S102.
Salsabila, A. (2023). Minat investasi kripto generasi muda: peluang dan tantangan. Jurnal Neraca, 5(1).
Saputri, A. Y., & Kurnia, M. (2023). Millennial investor analysis of cryptocurrency investments. Atlantis Press.
Utami, A. P., & Kartini. (2023). The effect of cryptocurrency returns and cryptocurrency volume on the stock price indices of Indonesia, Singapore and Thailand. International Journal of Social Service and Research, 3(4), 1045–1055.
Wasiaturrahma, D. (2022). Endogenous growth factors in four categories of countries. Universitas Airlangga Reposit
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Robby Hermawan Lubis (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


